Memahami Fiqih Nikah, Syarat dan Rukun-rukunnya

Memahami Fiqih Nikah, Syarat dan Rukun-rukunnya

Dalam agama islam pernikahan sangat dianjurkan bagi yang sudah mampu secara fisik dan mental, dengan pernikahan manusia mampu untuk mengendalikan dirinya sendiri. Sesuai dengan kodratnya manusia diciptakan ada lelaki dan perempuan dengan kebutuhan yang sama untuk saling melengkapi dengan tujuan agar tercapai tujuan hidup dan dan untuk meneruskan generasinya atau keturuanannya.

Fiqih pernikahan biasa disebut fiqih pernikahan tau juga fiqih keluarga yang mepelajari tentang syariat atau kewajiban ibadah terkait dengan pengertian, dasar hukum dan aturan atau tata cara dalam sebuah pernikahan itu sendiri. Artikel ini akan membahas petingnya fiqih pernikahan agar prosesnya syah dan sakinah mawaddah wa rahmah.

Pengertian Fiqih dan pernikahan

  • Fiqih

Pengertian Fiqih dalam bahasa arab adalah Fiqh artinya salah satu ilmu ilmu yang mempelajari tentang bagaimana syariat islam atau tata cara dalam beribadah, khusus dalam masalah hukum terkait dengan semua askpek dalam kehidupan manusia, pribadi, masyarakat bahkan antara manusia dengan Allah SWT.

Sesuai dengan pegertian dari ahli fiqih Abu Hanifah ilmu fiqih ialah ilmu yang mempelajari tentang semua kewjaban dan hak umat muslim sebagai hamba Allah. Lebih detailnya ilmu fiqih ilmu yang akan memudahkan umat muslim dalam menjalankan ibadah terkait dengan perinsip dari rukun islam, hubungan sesama manusia sesuai dengan firman Allah SWT dan sunahnya. Namun pengertian ilmu fiqih ini juga masih dibagi empat madzab dengan tujuan menyesuaikan dengan kondisi geografis dimana umat muslim itu berada.

  • Pernikahan

Secara etimologi pernikahan berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunah berasal dari kata an-Nikh yang artinya melalui, berjalan diatas, menginjak dan senggama atau bersetubuh. Pernikahan dalam artian lain pernikahan jug a berasal dari kata Adh-Dhammu yang artinya merangkum,mengumpulkan dan menyatukan dengan cara dan sikap yang ramah. Sedangkan pernikahan dari kata Aljamu’ artinya menghimpun dan mengumpulkan sedangkan dalam fiqih berasal dari bahasa arab nikah dan ziwaj artinya menindih atau berhimpit sedangkan dari bahasa kiasan artinya perjanjian dan bersetubuh.

pexels.com

Pernikahan menurut istilah adalah sesuai dengan pengertian ulama fiqih terdapat berbagai pedanpat, diantaranya sebagai berikut:

  1. Menururt Hanafiyah pernikahan adalah sebuah perjanjian atau akad dari seseorang laki-laki yang bisa menggunakan atau memakai perempuan secara halal dari semua anggotan badannya yang bertujuan untuk mendapatkan kenikmatan.
  2. Menurut Syafi’iyah pernikahan adalah sebuah perjanjian atau akad dengan melafalkan حُ حاكَكنِن artinya sebuah pernikahan itu salah satu sebab untuk seseorang mendapatkan kesenangan.
  3. Menurut Malikiyah pernikahan adalah sebuah perjanjian atau akad agar bisa mendapatkan kepuasan dan tidak mengeluarkan uang atau tidak bayar.
  4. Menurut Hanabilah pernikahan adalah sebuah perjanjian atau akad انِ نْ ن كَ كا حُ ح artinya denganpernikahan lelaki dan perempuan akan bisa mendapatkan kepuasan diantara keduanya.
  5. Menurut Al Utsaimin pernikahan adalah sebuah prjanjian atau akad dalam jalinan hubungan antara laki-laki dan perempuan agarmereka bisa saling menikmati serta membangun sebuah rumah tangga yang bersih dan shaleh.
  6. Menurut Abu Zahrah menjelaskan pernikahan itu sebuah akad yang membuat laki-laki dan perempuan halal dalam bersenggama atau bersentuhan tubuh sebagai salah satu kewajiban mereka berdua.

Sedangkan dalam peraturan pemerintah dalam Undang-undang No.1 tahun 1974 pernikahan adalah sebuah perjanjian atau ikatan lahir dan batin antara pria dengan wanita menjadi seumai istri yang bertujuan membangun rumah tangga bahagia berdasarkan Tuhan YME.

Kompilasi Hukum Islam tertera dalam pasar 2 menjelaskan pernikahan sebuah perjanjian atau akad dengan niat yang baik sebagai wujud ketaatan dalam menjalankan syariat agama islam. Selain itu pernikahan dianggap sudah syah apabila sudah memenuhi syarat hukum perkawinan sesuai dengan kepercayaan masing mempelai dan diketahui langsung Kantor Urusan Agama (KUA).

pexels.com
  • Tujuan pernikahan

Tidak ada keraguan lagi untuk anda segera menikah, karena tujuan dari pernikahan adalah menjalan salah satu sunnah dari Nabi Muhammad SAW. Selain itu dengan menikah anda akan terpenuhi hajat dan hasrat sebagai manusia, menjalin sebuah hubungan suami dan istri dalam mahliagai cinta dalam membangun keluarga sakinah mawaddah wa rahmah dikarunia anak sholeh dan sholehah sesuai syariat agama.

  • Hukum Perkawinan

Pernikahan ialah suatu ibadah yang dianjurkan bagi umat muslim apabila sudah mencapai syarat dan rukunnya, namun kondisi dan situasi setiap umat berbeda maka muncul hukum pernikahan sebgaai berikut:

  1. Sunnah, pernikahan akan menjadi sunnah bagi mereka yang sudah mampu secara materi dan mental dalam menafkahi keluarga dan serta kebutuhan yang diperlukannya.
  2. Wajib, pernikahan berubah menjadi hukum wajib bagi mereka yang tidak mampu menahan hawa nafsu dan mengakibatkan mereka terjerumus dalam perbuatan zina
  3. Makruh, bagi mereka yang tidak bisa memberikan kebutuhan materi keluarga seperti belanja dan sebab lain seperti lemah syahwat.
  4. Mubah, bagi mereka yang mengalami sejumlah tekanan dan mewajibkan mereka segera menikah dan juga sebab lain yang membuat mereka haram menikah.
  5. Haram, bagi mereka yang memiliki niat untuk menyakiti atau mentelantarkan , selain bagi mereka yang tidak mampu mencukupi kebutuhan belanja rumah tangga sedangkan nafsunya sudah tidak mendesak.
  • Rukun dan Syarat Pernikahan

Untuk mejalankan pernikahan harus terpenuhi rukun dan syaratnya sesuai dengan syariat agama islam, diantaranya sebagai berikut:

pexels.com
  1. Rukun Pernikahan Dalam Islam
  2. Calon Pengantin lelaki
  3. Calon Pengantin perempuan
  4. Wali
  5. Dua orang saksi lelaki
  6. Ijab dan qabul
  7. Syarat-syarat Mempelai Dalam Islam
  8. Beragama Islam
  9. Jenis kelamin lelaki dengan jenis kelamin perempuan
  10. Bukan lelaki dan juga bukan perempuan mahram
  11. wali yang syah bagi akad pernikahan tersebut
  12. Tidak dalam ihram haji atau umrah
  13. Tidak dipaksa
  14. Bersitrikan kurang dari empat istri yang syah dalam satu masa (laki – laki)
  15. Sama-sama sudah syah untuk dikawini
  1. Syarat -syarat wali dalam pernikahan
  2. Baliq dan sehat (tidak gila)
  3. Berjenis kelami asli pria
  4. Muslim
  5. Orang merdeak (bukan Budak)
  6. Tidak pada masa Pengampunan
  7. Berakal sehat
  8. Adil
  9. Tidak dalam ibadah haji dnn umrah
  • Hikmah Pernikahan
  1. Pernikahan mampu membuat jiwa lebih tentram dan menjauhkan dari perbuatan zina dan maksiat
  2. Pernikahan untuk meneruskan keturunan
  3. Pernikahan membuat hidup semakin lengkap dengan hadirnya anak
  4. Pernikahan membuat anda akan semakin bertanggung jawab dan bersungguh dalam bekerja agar keluarga tercukup kebutuhannya
  5. Pernikahan membuat anad terbiasa dengan manajemen atau pembagian tugas dalam rumah tangga
  6. Pernikahan dapat mempererat tali sillaturahmi dengan keluarga
  7. Pernikahan salah satu penyempurna agama (islam)

Dari sejumlah pendapat dan pengertian diatas bisa kita tarik kesimpulan fiqih nikah salah satu ilmu yang wajib untuk kita pelajari agar kita memahami apa saja yang harus dijalani dan dihindari saat menjalankan sunah Rosul (pernikahan. Selain kententuan tersebut diatas kita juga harus memiliki konsep dalam sebuah pernikahan agar nantinya tidak ada penyesalan.

Karena pernikahan moment sekali dalam seumur hidup, membutuhkan perencanaan yang detail mulai dari konsep, perlengkapan mulai dari costum atau baju pengantin, nah itu akan berhubungan dengan pengunjung yang datang atau anda yang akan datang kepernikahan, konsep yang matang tentunya bisa jadi refrensi anda dalam pemilihan baju  apakah baju gamis, baju batik atau baju kebaya.

Begitu pentingnya dalam sebuah proses kehidupan manusia untuk mengawali hidup yang sesungguhnya dari semula hidup sendiri berubah menjadi sebuah kebersamaan. Semoga artikel ini bermanfaat, wallahu a’lam…..jazakumullah khairan.